
Batam (Aruspublik.com) || Puluhan peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti lomba menyanyikan lagu perjuangan dan lagu daerah yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perempuan Rakyat Indonesia (PeRi) Kepulauan Riau di Lantai Dasar Mall Botania 2, Batam Kota, Minggu (8/11/26).
Kegiatan yang merupakan bagian dari sayap Partai Rakyat Indonesia (PRI) tersebut diikuti sekitar 40 peserta. Perlombaan dibagi menjadi tiga kategori, yakni kategori A untuk usia 3-8 tahun, kategori B usia 9-12 tahun, serta kategori C untuk peserta berusia 13 tahun ke atas.
Ketua DPD PeRi Kepri, Herli Mardiana, mengatakan perlombaan tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari pemenang, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan bakat dan keberanian dalam bidang seni tarik suara.
Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, percaya diri, serta tetap menjunjung tinggi sportivitas.
Menurut Herli, kesempatan mengikuti perlombaan harus dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri, mempererat persaudaraan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni, budaya, dan bangsa Indonesia.
“Jangan hanya mengejar kemenangan dan menjadi juara. Jadikan kesempatan ini sebagai wadah untuk mengembangkan bakat, membangun keberanian, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni, budaya, dan bangsa Indonesia,” kata Herli.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, baik yang berhasil meraih juara maupun yang belum memperoleh penghargaan.
“Bagi yang nantinya memperoleh juara, saya ucapkan selamat. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati, karena setiap penampilan adalah sebuah prestasi dan setiap usaha merupakan langkah menuju keberhasilan,” ujarnya.
Dalam perlombaan tersebut, panitia menghadirkan tiga orang juri, yakni Bunda Lia, Heri, dan Nina.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Rakyat Indonesia (PRI) Kepri, Sendi, melalui Ketua Dewan Penasihat DPD PRI Kepri, Datuk Malik, menyampaikan apresiasi kepada panitia, peserta, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurut Datuk Malik, lomba menyanyikan lagu perjuangan dan lagu daerah bukan sekadar ajang kompetisi untuk menentukan peserta terbaik. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menjaga dan mewariskan nilai-nilai perjuangan serta kekayaan budaya bangsa kepada generasi penerus.
“Melalui kegiatan ini, PRI ingin menegaskan bahwa semangat nasionalisme harus terus hidup di tengah masyarakat. Kita boleh berbeda suku, bahasa, adat istiadat, dan budaya, tetapi kita tetap satu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Datuk Malik.
Di sisi lain, Sendi berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurut dia, kegiatan kebudayaan seperti ini memiliki peran penting dalam membangun masyarakat yang berkarakter, menjunjung persatuan, serta tidak melupakan sejarah perjuangan bangsa.
Ia menegaskan, keberadaan Partai Rakyat Indonesia di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial, kebudayaan, pendidikan, dan berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Partai Rakyat Indonesia harus hadir dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bukan hanya melalui kegiatan politik, tetapi juga melalui kegiatan sosial, kebudayaan, pendidikan, dan kegiatan positif lainnya yang memberikan manfaat bagi rakyat,” ujar Sendi.
Ia menambahkan, perjuangan bangsa tidak berhenti setelah kemerdekaan diraih. Semangat perjuangan harus terus dilanjutkan melalui karya, persatuan, kepedulian, serta pengabdian kepada rakyat, bangsa, dan negara.
Menutup pesannya, Sendi mengucapkan selamat berlomba kepada seluruh peserta. Ia berharap setiap peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik, menyanyikan lagu perjuangan dengan penuh penghayatan, serta membawakan lagu daerah dengan rasa bangga terhadap kekayaan budaya Indonesia. (wati s)










