
Batam (Aruspublik.com) || Polresta Barelang, Polsek Bengkong – Suasana hangat terasa di Kedai Cafe A2 bersama Warga, Kelurahan Tanjung Buntung saat sejumlah personel Kepolisian Sektor Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) hadir menyapa Warga di Kelurahan Tanjung Buntung Kecamatan Bengkong dalam program “Jumat Curhat Kamtibmas”, Jumat (08/05/26).
Program yang digagas untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat ini berlangsung di wilayah hukum Polsek Bengkong Polresta Barelang.
Para Bhabinkamtibmas hadir langsung dalam kegiatan ini untuk berdialog dengan warga, mendengarkan keluhan dan aspirasi mereka terkait situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolsek Bengkong, AKP. Tigor Dabariba, S.H., melalui para Bhabinkamtibmasnya menyampaikan bahwa, program ini menjadi wadah untuk menjalin komunikasi dua arah secara terbuka dan penuh empati.
Kami ingin kehadiran polisi bukan hanya terlihat saat ada masalah. Lewat Jumat Curhat Kamtibmas ini, kami hadir sebagai sahabat, sebagai pendengar, dan sebagai mitra masyarakat untuk menciptakan rasa aman bersama,” ujar Tigor dalam keterangan tertulisnya.
Sementara itu, Iptu Jago Pasaribu, S.H., Wakappolsek Bengkong menyampaikan,
program Jumat Curhat sebagai ruang dialog terbuka antara Kepolisian dan Masyarakat yang kali ini dilaksanakan bersama warga Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam. Dengan menghadirkan jajaran personel untuk mendengar langsung berbagai persoalan Kamtibmas yang berkembang di lingkungan warga, jelasnya.
Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi program Presisi Polri tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolsek Bengkong Iptu Jago Pasaribu, S.H., yang menegaskan bahwa Jumat Curhat bukan sekadar forum seremonial, melainkan wadah komunikasi dua arah untuk menyerap aspirasi, keluhan, serta masukan masyarakat terkait gangguan keamanan dan ketertiban di wilayahnya.
Dalam forum tersebut, warga diberikan kesempatan menyampaikan berbagai persoalan yang dirasakan di lingkungan masing-masing, mulai dari kekhawatiran terhadap potensi kenakalan remaja, peredaran minuman keras, hingga aktivitas kelompok pemuda yang dinilai meresahkan, sehingga kehadiran polisi di tengah masyarakat benar-benar dirasakan sebagai mitra yang siap mendengar sekaligus menindaklanjuti.
Wakapolsek Bengkong Iptu Jago Pasaribu, S.H, menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan patroli terbuka maupun tertutup di titik-titik rawan serta menggelar operasi pemberantasan penyakit masyarakat seperti miras, perjudian, tawuran konten, dan gerombolan geng motor yang berpotensi menimbulkan keresahan sosial.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga lingkungannya, termasuk mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan dan meningkatkan komunikasi dengan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak kepolisian di desa, sehingga setiap permasalahan dapat terdeteksi sejak dini dan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Dalam dialog tersebut, jajaran Polsek Bengkong mendorong pemberdayaan pam swakarsa serta memperkuat sinergi antara perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga dalam menciptakan lingkungan yang tertib, karena keberhasilan menjaga kamtibmas tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan aktif dari masyarakat itu sendiri.
Kanit Binmas Polsek Bengkong menyampaikan bahwa Jumat Curhat merupakan komitmen Polri untuk membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan masyarakat, serta mengimbau warga agar tidak ragu melaporkan setiap potensi gangguan keamanan kepada pihak kepolisian, baik melalui Bhabinkamtibmas maupun layanan pengaduan resmi yang tersedia.
Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi yang akurat dan cepat akan sangat membantu kepolisian dalam mengambil langkah pencegahan, sehingga berbagai potensi gangguan seperti peredaran miras, aksi tawuran, maupun tindak kriminal lainnya dapat ditekan secara maksimal melalui kerja sama yang solid antara warga dan aparat.
Melalui Jumat Curhat, Polsek Bengkong menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dialog yang siap mendengar, mencari solusi bersama, dan memperkuat hubungan emosional antara kepolisian dan warga demi terciptanya rasa kepercayaan yang berkelanjutan.
Sekira pukul 11.00 wib Kegiatan Jum’at Curhat selesai dilaksanakan, dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama, selama kegiatan berlangsung situasi aman dan terkendali. (wati s)











